PADA Kamis, 4 Juni 2026, SMA Santa Ursula menyelenggarakan program pendalaman nilai hidup (PNH) dilandasi tema “SEHATI: Sensibilitas Empati Hati Dalam Aksi Totalitas dan Inspirasi”. Kegiatan ini bertujuan kuat, yaitu untuk membangun karakter yang kokoh dan meningkatkan kesadaran peserta didik terhadap kondisi sesama agar bisa secara penuh turut membantu masyarakat dalam hal kemanusiaan dan pelayanan. Aksi yang ditekankan ialah berbagi. Para siswi kelas 10 SMA Santa Ursula diajak mengunjungi berbagai panti sosial dan berbagi, bukan hanya berbagi materi, tapi juga waktu dan energi mereka.
Dalam pelaksanaan PNH 2026, peserta didik
memanfaatkan profit dari hasil penjualan pada proyek mata pelajaran STEAM sebagai sumber utama donasi. Semua dana yang terkumpul dialokasikan ke panti sosial yang dipilih masing-masing kelas dari perundingan bersama. Semua siswi, di bawah pengawasan tenaga didik, berperan aktif merancang acara yang akan dilaksanakan, lantaran mereka akan mengunjungi langsung tempat-tempat tersebut. Mengelola susunan acara sendiri diharapkan memberikan dampak baik dan menjadi wujud pelayanan mereka.
Pada tanggal pelaksanaan, ada kelas yang pergi ke panti asuhan, ada pula yang ke panti werdha maupun panti sosial lainnya yang melayani teman-teman dengan kebutuhan khusus. Selama kunjungan berlangsung, para siswi disambut dengan ramah oleh masing-masing pihak panti.
Saya bersama kawan-kawan kelas X-6 mengunjungi Panti Werdha Atmabrata. Panti yang dikelola oleh Bruder Petrus PSS ini dihuni oleh puluhan lansia dan memiliki dua rumah di daerah Cilincing, Jakarta Utara. Para lansia pun karyawan yang ada di situ begitu terlibat dalam dinamika sehingga kami merasa makin nyaman dalam berinteraksi. Kami menghabiskan sebagian banyak waktu untuk mengobrol dan bermain bersama. Saatnya pulang, beberapa hendak tinggal lebih lama karena masih ingin banyak bercerita.
Kegiatan di panti yang kami kunjungi, dan yang dikunjungi kawan-kawan dari kelas lain, tidak lari jauh dari berinteraksi, berbincang, atau berusaha memberi hiburan, namun hangat. Kebersamaanya memantik kegembiraan membuat suasana menjadi menyenangkan.
Acara yang berlangsung dari pagi sampai siang ini ternyata membekalkan pelajaran yang begitu dalam bagi setiap individu yang hadir di sana.
Tidak sedikit siswi yang menyampaikan rasa syukur bahwa mereka boleh ikut membantu, dan kembali disadarkan pentingnya menjadi pengikat tali persaudaraan, terutama untuk mereka yang butuh dukungan lebih. Kunjungan ini mengajak para siswi untuk memaknai “berbagi” bukan hanya sebagai ajang menyalurkan bantuan
materi. Lebih dari itu ketulusan dan keutuhan dalam aksinyata justru menumbuhkan efek domino yang lebih ketara, setidaknya dalam membentuk pola pikir.
Kegiatan pendalaman nilai hidup memberikan pengalaman yang berharga bagi seluruh peserta didik kelas 10 SMA Santa Ursula Jakarta. Acara ini telah menjadi wadah pertumbuhan empati dan kesadaran sosial bagi para siswi. Untuk kedepannya, diharapkan kegiatan serupa terus dilakukan agar semangat, welas kasih, dan terlebih nilai-nilai SERVIAM boleh makin bertumbuh dan menjadi inspirasi bagi orang lain dalam kehidupan sehari-hari.
Vincentia Truli Moansadok
X6/35
© 2025 Santa Ursula Jakarta