Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10710 (021) 384-0915 yaysatyabhakti@santaursulajakarta.sch.id

Bedah Film Kartini, Sekolah Santa Ursula Jakarta

Salam serviam!!

Halo para Sanurian!!

Di hari Kartini ini apa yang kamu lakukan? Apa kamu dapat mengambil makna dari peringatan hari Kartini ?

Di Sekolah Santa Ursula Jakarta, dalam memperingati hari Kartini, anak-anak TK dan SD mengadakan bedah film. Bedah film dilakukan melalui virtual meeting. Acara ini diikuti secara antusias oleh anak-anak dan para guru dengan menggunakan batik atau pakaian adat daerah.

Film yang ditonton oleh anak-anak TK sampai kelas 3 SD adalah film animasi ‘Kisah Tokoh R.A Kartini dari Jawa Tengah’ dan kelas 4 sampai kelas 6 SD menonton film ‘Sejarah Kehidupan Kartini’.

Film animasi dan film sejarah ini menceritakan tentang kehidupan Kartini yang tidak bisa meneruskan sekolah setelah usia 12 tahun dan harus menikah di usia yang muda. Namun Kartini berjuang untuk menegakkan pendidikan terhadap perempuan dan orang-orang yang miskin, sehingga dia mendirikan sekolah untuk kaum perempuan.

Dari film ‘Sejarah Kehidupan Kartini’, anak-anak belajar kehidupan budaya Jawa masa lampau. Banyak anak-anak yang tertarik dan bertanya mengenai adat Jawa yang ditampilkan di dalam Film.

Acara yang diadakan melalui virtual meeting ini dimulai dengan doa dan dilanjutkan dengan menonton film singkat. Tentunya acara ini dibagi per sesi kelas.

Murid-murid TK diperkenalkan akan sosok R.A Kartini. Para guru menjelaskan kembali mengenai film pendek Kartini bahwa Kartini sejak kecil suka akan pendidikan, suka belajar bersama dengan membaca koran. Berkat perjuangannya, perempuan memperoleh pendidikan yang setara.

Dari film itu para guru berpesan bahwa sosok Kartini yang suka belajar sepatutnya ditiru oleh para murid untuk lebih giat belajar agar dapat mencapai cita-cita.

Berbeda dengan murid TK yang hanya menyaksikan film dengan serius, murid-murid kelas 1 sampai 3 sudah mulai memperhatikan kejadian-kejadian di dalam film. Para murid bisa menemukan makna dibalik film pendek tersebut.

Setelah film selesai anak-anak diajak untuk sharing tentang makna yang didapat dari film. Para murid berbagi pendapat mereka. Ada yang mengatakan  Kartini seorang perempuan yang memperjuangkan pendidikan, dan Kartini membela kedudukan perempuan.

Celine murid kelas 2 mengatakan, “ Film ini menceritakan tentang orang miskin dan perempuan tidak bersekolah. Oleh karena itu, Kartini berjuang untuk membela hak-hak orang miskin terutama perempuan untuk bersekolah.”

Salah satu murid juga bertanya, “Mengapa perempuan sekolah hanya sampai umur 12?” Guru pun menjawab, “Karna perempuan diharapkan hanya bisa membaca dan menulis saja, setelah itu bekerja di rumah. Kartini yang melihat itu tidak adil, memberanikan diri untuk membuat sekolah untuk anak perempuan.”

Antusiasme lebih terasa pada murid kelas 4 sampai kelas 6 SD. Murid-murid lebih kritis melihat film. Bahkan mereka belajar budaya zaman dahulu.

Film Kartini yang berlatar belakang Jawa zaman dahulu, diperlihatkan bahwa perempuan merupakan kelas dua, jadi perempuan berjalan tidak boleh tegak dan harus ‘jengkang’ berjalan jinjit sambil jongkok. Perempuan yang tidak boleh bersekolah tinggi dan Perempuan yang harus menuruti kehendak orangtua. Inilah yang menggugah sanubari Kartini untuk merubahnya sehingga Ia bertekad untuk membuat sekolah untuk para perempuan.

Ibu Maria juga menjelaskan cara berjalan dan cara hormat perempuan pada masa dahulu. Ia juga menjelaskan ada aturan di keluarga bangsawan dan Kartini yang juga berasal dari keluarga bangsawan harus mematuhi aturan tersebut, termasuk menikah waktu usia muda dan tidak bisa menolak perkataan orangtuanya meskipun Ia sangat ingin bersekolah.

Pak Ignas guru kelas 5 mengatakan bahwa hal yang dapat dipelajari dari Film Kartini adalah agar kita Kartini masa depan lebih bersyukur dan mau berbuat kebaikan dengan cara membantu orang lain dan teman-teman, lebih mandiri dan bertanggungjawab terhadap segala pekerjaan yang dilakukan.

Setelah film selesai, anak-anak diajak untuk berpartisipasi dalam memperingati hari Kartini dengan membuat karya-karya yang akan di posting di google classroom.

Serperti apa ya karya anak-anak Santa Ursula Jakarta?? Ditunggu yaa!!!

SERVIAM!!!